Tampilkan postingan dengan label #cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #cinta. Tampilkan semua postingan

Karenamu Aku Setia

Kau pikir untuk apa aku bertahan?
Ku coba kuatkan hati dari hasutan orang lain.
Aku pura-pura tak mendengar apa kata mereka.
Aku tak peduli mereka menghujatmu di depanku.
Karena aku mempercayaimu.
Meski jarak menjadi penghalang hubungan kita,
namun itu bukanlah alasan untuk ku tak setia.
Aku selalu menunggu kehadiranmu.
Sesekali ku berdiri di balik jendela rumah.
Barangkali kau datang untuk menemuiku.
Namun tak ku temukan bayangmu di ujung sana.
Aku tetap bersabar dengan keadaan ini.
Sampai kau benar-benar datang
dan berdiri di hadapanku.
Betapa telah lama aku merindukanmu
dengan segala keresahanku.
Aku ingin cepat bertemu denganmu
Karena hanya kau yg ku tunggu.
Tanpamu, aku gelisah.
Namun alasan di balik itu semua adalah dirimu.
Karena dirimu aku setia.












Jika


Jika saja kita tak pernah bertemu,
mungkin aku tak akan mengenalmu.
Jika saja kita tak saling bertegur sapa,
mungkin tak kan pernah ada perbincangan antara kita.
Jika saja kau tak pernah memberiku perhatian,
mungkin aku tak kan merasa suka.
Jika saja ku tau bahwa mencintaimu
adalah suatu kesalahan,
mungkin aku akan mengabaikan perhatianmu.
Ahh.. lelah..
Payah sudah ku memikirkanmu.
Mencintaimu bagai menyatukan medan magnet yg sama jenisnya.
Kita tak pernah bisa bersatu.
Tak pernah ada kesamaan antara kita.
Aku selalu mengalah atas dirimu.
Namun kau tak pernah menganggapnya.
Selalu aku yg kau salahkan
setiap kali terjadi pertengkaran dalam hubungan kita.
Apapun yg ku lakukan, tak ada artinya untukmu.
Aku sempat putus asa,
ingin rasanya segera ku akhiri ini semua.
Mungkin kau melihat senyum terkembang di wajahku.
Namun kau tak pernah tau bahwa jauh di lubuk hatiku,
aku merasakan kepahitan yg teramat dalam.
Taukah kau bahwa itu semua karena sikapmu?
Itu semua karena kau yg kurang mengertiku.
Kau selalu ingin  di mengerti,
Namun kau tak pernah lebih mengertiku.
Itukah yg kau sebut cinta sejati?
Jika saja ku tau akhir dari kisah ini,
aku pasti takkan memulainya.
Namun semua telah terlanjur terjadi.
Jika saja waktu dapat mengembalikanku ke masa lalu,
aku ingin kembali pada saat aku belum mengenalmu.
Kini aku ingin mengubur dalam kisah itu.
Ku harap aku lupa pernah mengenal dirimu.


LDR ( Long Distance Relationship )


Hubungan ini terlalu sulit untuk ku jalani, kau pun tau akan hal itu.

Namun semua ini bagaikan takdir yg harus ku jalani.

Taukah kau tentang rinduku?

Taukah kau bahwa aku resah setiap kali tak mendapat kabar darimu?

Terlalu banyak pertanyaan dalam benakku

dan tak semua terjawab olehmu.

Waktuku tersita hanya untuk memikirkanmu yg jauh di seberang sana.

Aku selalu bermimpi bisa bersamamu dalam sebuah pertemuan yg indah,

meskipun itu hanya sekejap saja.

Aku sadar bahwa aku tak sempurna.

Aku tak selalu bisa menjadi apa yg kau inginkan.

Terkadang aku juga sangat membosankan.

Tapi inilah diriku apa adanya.

Merindukanmu adalah kesederhanaan bagiku.

Aku yakin jarak bukanlah penghalang hubungan kita.

Kepercayaan adalah pondasi yg cukup kuat bagi istana cinta kita.

Hanya waktu yg akan mengantar kita pada kebahagiaan abadi.

Namun aku sudah terlalu lelah dengan penantian ini.

Ku harap semua ini kan berakhir bahagia.



Saat Kau Pergi



Aku tersudut dalam suatu kehampaan.
Aku hampir tak mampu melihat.
Bahkan bayanganmu sekalipun.
Aku tak tau mengapa aku seperti ini.
Yg ku tau, bayanganmu kini telah lenyap.
Dan mungkin aku sudah tidak dapat melihatnya lagi.
Aku bingung dengan perasaanku sendiri.
Seakan ada sesuatu yg menyesak di dada.
Andai saja kau tak pergi,
mungkin aku tak akan merasakan ini semua
Andai saja kau tetap teguh dengan pegangan tangan kita,
mungkin kita masih bisa melewati hari bersama.
Namun kau renggangkan eratnya genggaman kita yg saling berpaut.
Sehingga perlahan, genggaman kita pun terlepas.
Jujur, aku tak sanggup jauh darimu.
Namun kau telah memilih untuk menjauh.
Apa dayaku menahan dirimu?
Lebih baik begini, sendiri dalam kehampaan 
dan berkawan dengan sepi.
Pergilah jika memang itu bisa membuatmu bahagia.
Aku takkan menyesali apapun.
Karena sejatinya, aku tak pernah sendiri di dunia ini.

Musafir Cinta

Ku rasa tubuhku telah rapuh
Pakaianku pun telah lusuh
Kakiku mulai lelah menapak
Aku lelah menjadi musafir atas cintamu
yg tak kunjung ku temukan sampai saat ini

Hela nafas panjang selalu terdera
di setiap perjalananku yg tak berujung
Perang batin pun terjadi
Apakah aku harus tetap melangkah?
Atau ku akhiri saja perjalanan ini
pada sebuah padang tandus?
Lalu bagaimana bisa ku tuntaskan
dahaga atas cintaku?

Mungkin memang begini takdirku
yg harus menghabiskan waktuku
untuk sebuah perjalanan panjang
Ku harap Tuhan selalu membimbing langkahku
agar ku tak tersesat dalam hingar-bingar dunia
yg dapat melumpuhkan ketegaranku...


Takdir Cintaku

Ku bersimpuh di hadapan-Nya
dan ku berdo'a agar kau kembali padaku
Aku pun berharap kau kan selalu mengingatku
dalam setiap sela waktu yg kau punya

Aku masih bertahan dalam keresahan
dan aku masih menanti dirimu
Namun kau penjarakan hati ini
yg kian lama kian terpuruk

Kau tinggalkan diriku
dengan setumpuk janji palsu
yg pernah kau ucap padaku

Kini, aku memilih untuk sendiri
dan kan ku buang jauh semua kenangan
yg pernah tercipta saat kita masih bersama
Mungkin inilah jalan terbaik
yg telah di gariskan-Nya untukku...


Aku Mencintaimu Dalam Diam

Mengenalmu adalah kebanggaan bagi diriku.
Bersamamu adalah sesuatu yg sangat ku impikan.
Aku mungkin bukan siapa-siapa bagimu.
Tapi aku ingin menjadi seseorang
yg selalu bisa membuatmu tersenyum.
Aku ingin kau merasa nyaman saat bersamaku.
Karena aku menyayangimu
meskipun kau tak pernah tau tentang perasaanku.
Biarlah aku begini, mencintaimu dalam diam.
Aku tak berharap kau kan tau isi hatiku.
Karena aku tak ingin kau menjauh perlahan.
ketika tak kau dapati perasaan yg sama di hatimu
Aku hanya ingin bersamamu,

melihat setiap kerut di wajahmu.
Walau kadang aku tak pandai menyembunyikan perasaanku,
namun aku akan tetap mencintaimu dalam diam.



Aku...

Aku serupa air yg ingin terus mengalir mengikuti tiap gerakmu
Aku serupa angin yg ingin selalu menyejukkanmu
Aku serupa matahari yg senantiasa ingin menerangi hari-harimu
Aku ingin menjadi senja di sore harimu
dengan guratan warna terindah di langit

Namun aku takut menjadi debu dalam hidupmu

Karena aku selalu ingin melihatmu tersenyum
Walau ku tau bahwa mendapatkanmu
adalah hal tersulit bagi diriku

Aku bagaikan semut kecil
yg sangat takut terinjak
Aku ingin kau bangga melihatku sebagai diriku sendiri

Karena aku takut kehilanganmu


Sebuah Awal Tanpa Akhir

Sungguh ku tak kuasa
atas keadaanku saat ini
Aku berada pada sebuah posisi
yg sangat di lema
Aku tak mampu memilih
dan aku tak mampu
membuat suatu keputusan
Mungkin memang salahku
Harusnya sejak awal
tak ku sambut hangat sapamu
Harusnya aku lebih tegas
setidaknya pada diriku sendiri
Semua sudah terjadi
Aku tak dapat mengakhiri
sebuah awal yg semakin rumit

Kata Hati

Terkadang, aku bagaikan berjalan di atas bara api yg bisa membakar habis tubuhku. Karena masalah demi masalah datang silih berganti dan aku seakan tak mampu menyelesaikannya. Namun terkadang aku bagai berjalan di atas rerumputan yg di penuhi embun sehingga dapat membuat perasaanku nyaman. Aku sadar bahwa ini hanya suatu fase yg bisa berubah kapan saja. Tak selamanya aku berada di titik penderitaan. Suatu saat nanti, namun entah kapan,aku pasti akan mendapatkan kebahagiaan yg abadi.

Aku dan Masa Lalumu

Pernahkah kau ingat kisah ini
Ketika kau seringkali ingin melupakan
Tidakkah kau ingat saat masih megejar cintaku?
Upayamu tak pernah berhenti
untuk meyakinkanku atas cintamu
Namun semua itu kini tak lagi berarti
Kau akhiri kisah ini dengan pengkhianatanmu

Begitu bodohnya diriku
yg dengan mudahnya termakan rayuanmu
Janjimu hanyalah sekedar kata-kata
Tak pernah ada kejelasan
tentang tujuan kita di masa depan
Tidakkah kau tau
bahwa aku selalu memikirkanmu?
Ahh... semua sudah berlalu
Cicak di dinding seolah menertawakan
betapa bodohnya diriku

Kau kini hanyalah seberkas kenangan
yg tak ingin lagi ku ingat
Cintamu memang tak pernah tulus untukku...

Bertahan Dalam Pengkhianatan

Rina's Blog: Rina's Blog: Bertahan Dalam Pengkhianatan: Rina's Blog: Bertahan Dalam Pengkhianatan : Mungkin memang begini seharusnya Aku harus tetap bungkam dan berpura-pura tidak tau Ku kira s...