Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

~Bimbang~


Di penghujung resahku, kau tanam sebuah kebahagiaan.
Di sela kepedihan lukaku, kau balut dengan senyuman.
Bukankah kau tau bahwa waktu belum bisa sembuhkan lukaku?
Namun kau seakan tiada bosan menebar benih cinta untukku.
Meski sejenak ku tau kau telah lelah,
namun upayamu tak pernah henti untuk mendapatkanku.
Entah bagaimana harus ku sambut perasaanmu.
Bahagiakah atau justru aku harus bersedih?
Masa laluku penuh dengan kenangan yg sulit ku hapus.
Semuanya seakan masih terlukis jelas dalam ingatanku.
Lalu bagaimana dengan dirimu?
Mengapa kau masih saja menungguku
yang mungkin tak pantas untuk kau tunggu?
Aku tak ingin memberimu harapan yang tak pasti.
Karena ku tau bahwa itu akan sangat menyakitkan bagimu.
Katakan padaku, apa yang harus ku lakukan?
Penantian ini telah ku lalui begitu lama.
Rasanya bagaikan berdiri di atas bara api yg sangat panas.
Aku lelah, aku bimbang & aku tertaih.
Sedangkan kau terus saja mengharapkanku.
Jangan lagi kau minta sebuah jawaban.
Karena sampai saat ini,
aku belum menemukan jawaban yang tepat untukmu.

Luka diantara Dusta

Terlalu banyak luka yg kau gores
dan juga kepahitan tentang cerita cinta kita.
Ketika aku membutuhkan semangat darimu,
kau seakan tak menghiraukan diriku.
Hanya kata-kata manis yg kau ucap padaku,
meski sebenarnya itu hanya bualan.
Namun ketika kau merasa sedih,
barulah kau ingat padaku.
Kau minta perhatian lebih padaku,
walau tanpa kau ketahui dan kau sadari
bahwa aku selalu memperhatikanmu,
lebih dari yg kau tau.
Tapi mengapa kau selalu membohongiku?
Mengapa kau tak pernah jujur padaku?
Mengapa kau sakiti aku dengan semua kebohonganmu?
Lalu untuk apa kita bertahan?
Bosan aku dengan segala kemunafikanmu.
Kau selalu memuji di hadapanku.
Namun ternyata kau mencaciku di belakangku.
Itukah yg kau sebut dengan cinta?
Ku rasa kau tlah salah memaknai hakikatnya.

Karenamu Aku Setia

Kau pikir untuk apa aku bertahan?
Ku coba kuatkan hati dari hasutan orang lain.
Aku pura-pura tak mendengar apa kata mereka.
Aku tak peduli mereka menghujatmu di depanku.
Karena aku mempercayaimu.
Meski jarak menjadi penghalang hubungan kita,
namun itu bukanlah alasan untuk ku tak setia.
Aku selalu menunggu kehadiranmu.
Sesekali ku berdiri di balik jendela rumah.
Barangkali kau datang untuk menemuiku.
Namun tak ku temukan bayangmu di ujung sana.
Aku tetap bersabar dengan keadaan ini.
Sampai kau benar-benar datang
dan berdiri di hadapanku.
Betapa telah lama aku merindukanmu
dengan segala keresahanku.
Aku ingin cepat bertemu denganmu
Karena hanya kau yg ku tunggu.
Tanpamu, aku gelisah.
Namun alasan di balik itu semua adalah dirimu.
Karena dirimu aku setia.












Menunggu

Ini kisah kita, sayang.
Meski telah lama kau pergi,
namun aku masih saja tak mampu untuk melupakanmu.
Jejak langkah yg tertempuh sejauh ini,
tak mampu terhapus begitu saja.
Namamu terukir terlalu dalam di hatiku.
Sehingga aku begitu sulit untuk menghapusnya.
Begitu juga dengan kenangan antara kita.
Bagaimana bisa aku menjauh?

Sedangkan hatiku terlalu dekat denganmu.
Bagaimana bisa aku berpaling?
Sedangkan jauh darimu, aku tak pernah mampu.
Mengapa kau paksa aku tuk melupakanmu?
Padahal aku sangat menyayangimu.
Mengapa kau pergi begitu lama?
Hingga tak pernah ada kejelasan kabar darimu.

Hampir habis dayaku untuk menunggumu.
Namun rasa sayangku mengalahkan lelahku.
Entah bagaimana keadaanmu saat ini.
Apa lagi yg bisa ku perbuat?
Selain menunggu, menunggu dan menunggu.



Karena Kita Berbeda


Mencintaimu bagaikan memeluk rembulan.
Memilikimu adalah hal yg sangat mustahil bagiku.
Meski kita memiliki rasa yg sama,
Namun cinta kita tetap tak bisa bersatu.
Perbedaan antara kita terlalu sulit untuk di satukan.
Cukup dengan berada di sisimu saja aku sudah bahagia.
Meski kita berjalan tanpa sebuah ikatan.
Dulu kita bagaikan seekor siput                                              
yg tak bisa lepas dari cangkangnya.
Selalu bersama di setiap kesempatan
dan mengukir indahnya cinta kita
pada rona langit yg membiru.
Namun seiring berjalannya waktu,
kisah kita pun berakhir.
Tanpa ku sadari, ada sebuah rasa yg menyeruak di dada.
Begitu perih dan sakit ku rasa.
Ku yakin bahwa itu karena aku telah kehilanganmu.
Mungkin memang ini yg terbaik untuk kita.
Berakhirnya hubungan ini, bukanlah suatu alasan                   
bagi kita untuk saling menjauh.
Percayalah bahwa kenangan antara kita
tak akan pernah ku lupa.
Meski nanti telah ku temukan pengganti dirimu,
Kenangan itu akan tetap tersimpan rapi
di dalam hatiku.
Janganlah kau menghindar.
Tetaplah di sini, menjadi sahabatku.
Meski aku bukan lagi kekasihmu.



Airmata di Hari Bahagiamu

Engkau yg sedang duduk di sana,
wajahmu penuh dengan kebahagiaan.
Senyumanmu tak henti terkembang
dan tak sedikitpun ku melihat adanya keraguan
saat kau bersanding dengannya.
Namun taukah kau tentang perasaanku?
Tentang semua asaku,
dan tentang mimpiku untuk bisa bersamamu.
Semua itu kini telah hancur.
Karena kau akhiri kisah kita
dengan perpisahan yg tak seharusnya terjadi.
Airmataku tak dapat merubah kenyataan.
Sesal pun ku rasa tiada artinya lagi.


Tentang Sebuah Kenangan

Seharusnya aku telah membuang jauh kenangan kita.
Namun aku selalu gagal ketika melakukannya.
Aku hanya akan menyakiti diriku sendiri
bila membiarkanmu terus ada dalam benakku.
Memilikimu hanyalah sebuah mimpi yg tak mungkin terwujud.

Karena kini kau tlah berpaling dari cintaku.
Aku sakit melihatmu bersama dengan yg lain.

Emosiku seakan memuncak dan ingin rasanya aku berteriak.
Secepat itukah kau melupakanku?
Hingga kau mendapat pengganti diriku.
Aku mungkin tak sempurna bagimu
dan mungkin itulah alasan kau pergi dariku
Kau pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal
dan kau pergi sebelum mengucapkan sepatah kata padaku
Apa lagi yg harus ku lakukan?
Aku telah gagal mempertahankanmu.
Menyesal pun ku rasa tiada arti.
Tersenyum adalah caraku menutupi luka batinku.



Bahagia Tanpamu


Kegalauan itu kini telah musnah.
Kepahitan itu juga telah pupu
seiring berlalunya dirimu dari hidupku.
Hadirmu hanyalah menambah luka bagiku.
Tak sekalipun kau hadirkan canda ataupun tawa
di sepanjang perjalanan yg kita tempuh bersama.
Rasa sakit pun menyusup dalam jiwaku
hingga melekat kuat di dinding hatiku.
Andai kau tau alasanku tetap bertahan
dalam kerasnya sifatmu.
Mungkin kau akan lebih menghargai
setiap pengorbanan yg ku lakukan untukmu.
Bukan salah takdir jika akhirnya kita berpisah.
Karena perpisahan itu kau sendiri yg membuat.
Kini aku mengerti,
Mempertahankanmu adalah sebuah kebodohan.
Bagaikan menggenggam erat mawar berduri.
yg sangat menyakitkan.
Aku salah telah mempercayai dirimu.
Aku juga salah telah menganggapmu baik untukku.
Perpisahaan ini telah menyadarkanku
yg selama ini buta akan cintamu.
Tanpamu, hidupku jadi semakin bermakna.


Takdir Cintaku

Ku bersimpuh di hadapan-Nya
dan ku berdo'a agar kau kembali padaku
Aku pun berharap kau kan selalu mengingatku
dalam setiap sela waktu yg kau punya

Aku masih bertahan dalam keresahan
dan aku masih menanti dirimu
Namun kau penjarakan hati ini
yg kian lama kian terpuruk

Kau tinggalkan diriku
dengan setumpuk janji palsu
yg pernah kau ucap padaku

Kini, aku memilih untuk sendiri
dan kan ku buang jauh semua kenangan
yg pernah tercipta saat kita masih bersama
Mungkin inilah jalan terbaik
yg telah di gariskan-Nya untukku...


Aku Mencintaimu Dalam Diam

Mengenalmu adalah kebanggaan bagi diriku.
Bersamamu adalah sesuatu yg sangat ku impikan.
Aku mungkin bukan siapa-siapa bagimu.
Tapi aku ingin menjadi seseorang
yg selalu bisa membuatmu tersenyum.
Aku ingin kau merasa nyaman saat bersamaku.
Karena aku menyayangimu
meskipun kau tak pernah tau tentang perasaanku.
Biarlah aku begini, mencintaimu dalam diam.
Aku tak berharap kau kan tau isi hatiku.
Karena aku tak ingin kau menjauh perlahan.
ketika tak kau dapati perasaan yg sama di hatimu
Aku hanya ingin bersamamu,

melihat setiap kerut di wajahmu.
Walau kadang aku tak pandai menyembunyikan perasaanku,
namun aku akan tetap mencintaimu dalam diam.



Aku...

Aku serupa air yg ingin terus mengalir mengikuti tiap gerakmu
Aku serupa angin yg ingin selalu menyejukkanmu
Aku serupa matahari yg senantiasa ingin menerangi hari-harimu
Aku ingin menjadi senja di sore harimu
dengan guratan warna terindah di langit

Namun aku takut menjadi debu dalam hidupmu

Karena aku selalu ingin melihatmu tersenyum
Walau ku tau bahwa mendapatkanmu
adalah hal tersulit bagi diriku

Aku bagaikan semut kecil
yg sangat takut terinjak
Aku ingin kau bangga melihatku sebagai diriku sendiri

Karena aku takut kehilanganmu


Sebuah Awal Tanpa Akhir

Sungguh ku tak kuasa
atas keadaanku saat ini
Aku berada pada sebuah posisi
yg sangat di lema
Aku tak mampu memilih
dan aku tak mampu
membuat suatu keputusan
Mungkin memang salahku
Harusnya sejak awal
tak ku sambut hangat sapamu
Harusnya aku lebih tegas
setidaknya pada diriku sendiri
Semua sudah terjadi
Aku tak dapat mengakhiri
sebuah awal yg semakin rumit

Kata Hati

Terkadang, aku bagaikan berjalan di atas bara api yg bisa membakar habis tubuhku. Karena masalah demi masalah datang silih berganti dan aku seakan tak mampu menyelesaikannya. Namun terkadang aku bagai berjalan di atas rerumputan yg di penuhi embun sehingga dapat membuat perasaanku nyaman. Aku sadar bahwa ini hanya suatu fase yg bisa berubah kapan saja. Tak selamanya aku berada di titik penderitaan. Suatu saat nanti, namun entah kapan,aku pasti akan mendapatkan kebahagiaan yg abadi.

Aku dan Masa Lalumu

Pernahkah kau ingat kisah ini
Ketika kau seringkali ingin melupakan
Tidakkah kau ingat saat masih megejar cintaku?
Upayamu tak pernah berhenti
untuk meyakinkanku atas cintamu
Namun semua itu kini tak lagi berarti
Kau akhiri kisah ini dengan pengkhianatanmu

Begitu bodohnya diriku
yg dengan mudahnya termakan rayuanmu
Janjimu hanyalah sekedar kata-kata
Tak pernah ada kejelasan
tentang tujuan kita di masa depan
Tidakkah kau tau
bahwa aku selalu memikirkanmu?
Ahh... semua sudah berlalu
Cicak di dinding seolah menertawakan
betapa bodohnya diriku

Kau kini hanyalah seberkas kenangan
yg tak ingin lagi ku ingat
Cintamu memang tak pernah tulus untukku...

Tentang Perasaanku

Aku mampu tersenyum
Walau hatiku menahan perih
Aku mampu tertawa
Walau sebenarnya airmataku terjatuh
Aku ingin teriak sekencang-kencangnya
Melepas semua beban di hati
Wntah mengapa aku mudah percaya
Meski berkali-kali kau bohongi aku
Entah mengapa aku masih merasa rindu
Meski berulang kali kau sakiti aku
Entah mengapa aku masih mencintaimu
Meski kau sering berkata kasar padaku
Namun tak taukah kau tentang perasaanku?
Sejujurnya aku tak mampu menahan rasa
Karena sebenarnya hatiku tlah hancur


Bertahan Dalam Pengkhianatan

Rina's Blog: Rina's Blog: Bertahan Dalam Pengkhianatan: Rina's Blog: Bertahan Dalam Pengkhianatan : Mungkin memang begini seharusnya Aku harus tetap bungkam dan berpura-pura tidak tau Ku kira s...

Sore Hari di Sebuah Taman

Dengan hati yg tak menentu,
aku melangkah menemuimu.
Menyusuri sepanjang jalan di taman ini.
Mungkin kau tak kan pernah mengerti
tentang dalamnya luka yg kau tanam.
Karna nyatanya kau tetap tersenyum
Sedangkan hatiku terasa perih menyayat
Mungkin memang harus tetap ku simpan rapi
tentang pengkhianatanmu.
Kau pikir aku tak tau?
Kau pikir aku diam karna baik2 saja?
Tidak!!!
Aku memilih untuk diam
dan membiarkanmu mempermainkan ketulusan cintaku.
Aku yakin,
Tuhan tak kan diam melihat semua ini.

Perpisahan

Kita pernah begitu dekat,
berjalan beriringan dan merapatkan genggaman tangan kita.
Layaknya bunga yg sedang bermekaran dan di hinggapi sang kumbang.
Kita seakan tak dapat di pisahkan.
Sebesar apapun badai menerpa,
tak sejengkal pun kaki ini melangkah pergi.
Aku tetap di sini,
menggenggam erat jemari tanganmu.
Namun takdir berkata lain.
Kamu tak benar-benar menjaga eratnya pegangan tangan kita.
Kamu mudah goyah,
hingga tangan kita terlepas dari genggaman dan akhirnya kita berpisah.
Kepergianmu bukan tanpa sebab.
Namun ku biarkan kamu pergi membawa pahit manisnya kisah yg pernah kita jalani bersama.
Karena kamu tlah memilih jalanmu.
Kelak,
aku tak kan melupakan rangkaian cerita cinta kita.
Akan ku simpan semua ini dalam lubuk hatiku terdalam.